扼腕长叹 menyesali dengan menggertakkan gigi
Explanation
形容因某种原因而感到惋惜、无奈的心情。
Ini menggambarkan perasaan penyesalan dan ketidakberdayaan karena keadaan tertentu.
Origin Story
话说唐朝时期,有个名叫李白的诗人,他胸怀大志,一心想为国家建功立业。一次,他听说边疆告急,便毅然决定奔赴战场,保家卫国。然而,他到达边关后,却被告知战事已平息。李白满怀期待而来,空怀报国之志而归,心中无比失落,不禁扼腕长叹,痛惜自己报国机会的流逝。此后,李白将这番经历融入诗作中,留下许多感慨万千的篇章,以抒发他内心的无奈与惋惜。
Dikisahkan pada masa Dinasti Tang, ada seorang penyair bernama Li Bai, yang menyimpan ambisi besar dan bercita-cita mengabdi kepada negaranya. Suatu ketika, ia mendengar bahwa terjadi keadaan darurat di perbatasan, sehingga ia dengan teguh memutuskan untuk pergi ke medan perang demi membela negaranya. Namun, setibanya di perbatasan, ia diberitahu bahwa perang telah berakhir. Li Bai yang datang dengan penuh harapan, kembali dengan cita-citanya yang tak terpenuhi, merasa sangat kecewa dan mendesah dalam-dalam, menyesali kesempatan yang hilang untuk mengabdi kepada negaranya. Kemudian, ia memasukkan pengalaman ini ke dalam puisinya, meninggalkan banyak karya yang menyayat hati untuk mengungkapkan perasaannya yang tidak berdaya dan menyesal.
Usage
常用于表达对某种事情的惋惜、无奈或遗憾。
Sering digunakan untuk mengungkapkan penyesalan, ketidakberdayaan, atau kesedihan tentang sesuatu.
Examples
-
面对失败,他只能扼腕长叹。
miàn duì shībài, tā zhǐ néng è wàn cháng tàn
Dihadapkan pada kegagalan, ia hanya bisa menyesali dengan menggertakkan gigi.
-
看到如此景象,我不禁扼腕长叹。
kàn dào rúcǐ jǐngxiàng, wǒ bù jīn è wàn cháng tàn
Melihat pemandangan seperti itu, aku tidak bisa menahan diri untuk tidak menyesali dengan menggertakkan gigi